oleh

Nenek Sri Terkait ‘Pos Onegate’ SBS Harapan Jaya Bekasi Mengadu ke Presiden Jokowi

-Hukum-71 views

Kota Bekasi, Publikasinews.com – Saya sudah tidak tahu harus kemana lagi, semua pengaduan ke instansi dan dinas terkait sudah saya lakukan, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan konkret terkait pengaduan saya, hingga akhirnya saya sampaikan permasalahan ‘Pos Onegate’ yang telah bergulir selama 4 tahun ini ke presiden Jokowi.

Demikian yang dikatakan nenek Sri Hari Suwardani (64) saat ditemui awak media usai bertemu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada, Jum’at (25/1/2019) siang, nenek Sri nampak sumringah yang sebelumnya tampak bingung, raut wajahnya tampak menunjukan kekecewaan yang mendalam.

Bagaimana tidak, nenek ini mengaku sudah mengadu kepada banyak pihak tentang permasalahan ‘Pos Onegate’ SBS Harapan Jaya dari Lurah, Camat, Wali Kota Bekasi, Dinas terkait hingga ke Gubernur Jawa Barat.
Ironisnya, hingga saat ini belum mendapatkan titik terang terkait permasalahan pos “sakti” ‘One Gate’ tersebut.

Permasalahan ‘Pos Onegate’ hingga saat ini diduga masih belum menemui titik terang. Pasalnya, ‘Pos Onegate’ masih tetap berdiri tepat didepan pintu Gerbang rumah nenek Sri Hari Suwardani (64) yang terletak di Perumahan Setia Bina Sarana (Komplek SBS) Blok AB-2 nomor 6, RT 04 RW 07, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi Jawa Barat.

Seperti diketahui, permasalahan ‘Pos Onegate’ yang diduga dibangun didepan pintu gerbang sang nenek sudah berlangsung berkisar 4 tahun, dan nenek Sri adalah pemilik rumah yang menjadi korban kokohnya pos “One Gate” yang seakan sulit dan tidak tersentuh tersebut.

‘Pos Onegate’ yang berada di RW 07 Kelurahan Harapan Jaya itu pun masih tampak berdiri kokoh selama 4 tahun tanpa ada penyelesaian. Bahkan rekomendasi permohonan pembongkaran yang ditandatangani Wali Kota Bekasi, DR. H. Rahmat Effendi serta Wakil Wali Kota saat itu, H. Ahmad Syaikhu pun seakan tidak berpengaruh sedikitpun.

Perjuangan sang nenek yang hanya ingin untuk hidup tenang dan nyaman menikmati masa tuanya belum sepenuhnya tercapai. Sang nenek yang tinggal seorang diri dirumahnya itu pun kini seakan ada harapan, setelah bertemu dan bincang dengan presiden Jokowi yang sebelumnya ia pun tidak tahu harus kemana lagi mengadu akan permasalahan yang menderanya.

“Saya sudah ajukan keluhan dan protes sejak pos itu mulai dibangun pada 18 Januari 2016, namun tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan hingga saya sempat laporkan ke Ombudsman dan Komnas HAM,” tutur nenek Sri dengan mata berkaca-kaca.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed