oleh

Bantuan Logistik Dan Bahan Makan Di Tujuh Titik Bencana Di Realisasi Maluku Satu Rasa Salam Sarane M1R

-Nasional, News-360 views

Jakarta, Putihhitam.com – Maluku Satu Rasa (M1R) Salam Sarane memberi bantuan berupa makanan, perlengkapan bayi, peralatan sekolah bagi para siswa-siswi, obat-obatan, pakaian dan kebutuhan hidup lainnya kepada para korban Banjir Bandang yang menerjang Sentani, Papua pada Sabtu (16/3) lalu. Tercatat, sebanyak 104 dan 9.619 jiwa yang membutuhkan bantuan sosial. M1R merupakan sekumpulan para perantau berdarah Maluku, yang hijrah untuk mencari penghidupan di tanah Papua.

Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) M1R, Abdul Farid Soulisa mengatakan, di setiap insiden bencana,diperlukan penyaluran logistik kepada para pengungsi. Pemberian logistik ini, bisa dalam bentuk apapun asalkan dapat memudahkan para korban bencana dalam memenuhi kebutuhan hidup, selama berada di kamp pengungsian. Olehnya itu, M1R secara aktif akan terus berpartisipasi melakukan kegiatan kemanusiaan seperti bantuan sosial, jika bencana alam kembali terjadi di tanah Papua.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud implementasi kegiatan sosial M1R” kata Soulissa ketika dihubungi Spektrum melalui selulernya, Jumat (22/3).

Dikatakan, M1R mulai menyalurkan bantuan sejak tanggal 17 Maret 2019 kemarin. Rencannya, penyaluran logistik akan terus disalurkan di tiap-tiap kamp pengungsian. Hingga saat ini, M1R telah menyalurkan bantuan di tujuh titik, yakni di Gunung Merah, BTN Sosiol, Penemuan Dobonslo, Kediaman Orang Barat, BTN Stakin Kampung dan BTN Bintang Timur.

“Dan akan terus berlanjut, sampai semua stok logistik yang ada di posko tersalurkan,” kata Soulisa.

Soulissa mengaku, sumber dana untuk pembelian seluruh logistik merupakan hasil sumbangan suka rela dari berbagai kalangan perhimpunan warga Maluku di seluruh Indonesia, seperti Maluku Satu Rasa Jakarta Pusat, Maluku Satu Rasa Jakarta Timur, Maluku Satu Rasa Tengerang dan Maluku Satu Rasa Jayapura.

“Juga ada sumbangan suka rela dari para Tokoh Maluku di Jakarta.
Kemudian, kami baru saja mendapat bantuan berupa uang dari Ikatan Keluarga Maluku Sepegunungan Bintang, senilai Rp.20,4 juta,” ujarnya.

Soulissa menjelaskan, pada tahap awal setelah terjadi bencana, yang mesti dilakukan pihaknya adalah menyiapkan bantuan semaksimal mungkin agar bisa memenuhi kebutuhan para korban.Meskipun dituntut cepat, pihaknya selaku penyalur bantuan harus tetap selektif terhadap barang-barang yang diberikan secara sukarela oleh para dermawan. Karena tidak menutup kemungkinan, bantuan logistik yang akan diberikan telah kadaluarsa atau sudah tidak layak untuk dikonsumsi atau digunakan oleh para pengungsi.

“Karena itu mulai sekarang, saya akan perintahkan kepada seluruh jajaran anggota M1R, untuk kembali meminimalisir kemungkinan tersebut, dengan melakukan inspeksi sebelum memulai distribusi. Kami juga harus mengklasifikan barang-barang yang menjadi prioritas, agar semua bantuan menjadi tepat guna,” jelasnya.

Soulissa menambahkan, agar bantuan bisa tersalurkan secara cepat, sebaiknya ada kerjasama antara instansi penanggulangan bencana daerah dengan M1R atau organisasi sosial lainnya, agar pelaksanaan penyaluran bantuan bisa berjalan efektif.

“Hitung-hitung untuk menghemat waktu tempuh menuju lokasi kamp pengungsian,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua M1R Chorneles Pattiruhu saat dikonfirmasi Putihhitam.com melalui selulernya, Jumat (22/3) mengaku, penyaluran bantuan logistik ke tempat bencana bukanlah pekerjaan yang mudah. Bukan hanya persoalan kecepatan, melainkan ada sisi tanggung jawab agar bantuan yang diberikan tepat guna sesuai kebutuhan korban. Apalagi, beberapa hari pasca insiden banjir, penyaluran logistik berupa makanan siap saji, air bersih dan kebutuhan lainnya sangat dibutuhkan.

“Semua ini perlu manajemen pengiriman yang tak asal kirim,” katanya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed